Tiga Tipe Atasan dan Cara Menghadapinya
 19/03/2016   admin       atasan    jabatan    tipe

Dalam dunia pekerja, ada kalanya kita mengalami promosi jabatan atau pindah divisi. Otomatis terjadi pergantian bos (atasan). Bos lama kita diganti oleh seseorang yang ternyata memiliki karakter yang kurang cocok dengan kita. Penggantian atasan juga bisa terjadi karena bos lama pensiun, pindah jabatan, pindah kerja, atau alasan lain.

Menghadapi bos yang “kurang cocok” dengan kita, seperti menghadapai buah simalakama. Menentangnya berarti kita harus siap ditendang, tetap bertahan kita tersiksa. Elizabeth Freedman, seorang pakar di bidang karier punya jitu untuk menghadapi hal ini. Ia membagi caranya berdasarkan tiga tipe bos. Mungkin ini bisa menjadi solusi kita yang kebetulan menghadapi kasus serupa.

1. Jika Bos Kita Sekelas Mikromanajer
Maksud "sekelas mikromanajer" ini adalah manajer-manajer yang berada pada level manajer madya ke bawah. Karena posisi bos ini berada pada hirarki pimpinan bawah, ia juga sudah pasti punya bos juga yang menuntutnya sejumlah target yang harus tercapai sesuai waktu.  Ia bisa memjadi orang yang suka panik, sebentar-sebentar menelepon kita karena tekanan dari atas. Ia menanyakan progres kerja kita hampir setiap saat. Pendeknya kita harus siap menghadapinya sepanjang waktu.

Cara mengatasinya: Coba berpikiran positif karena bagaimanapun ia adalah atasan kita. Mungkin ia sedang mempertaruhkan kariernya pada hasil kerja kita. Tetapi bisa juga karena ia belum yakin apakah hasil kerja kita sesuai harapannya. Ini bisa karena pengalaman masa lalunya dengan stafnya terdahulu yang kerjanya kurang memuaskan. Bisa jadi juga karena ia yakin, hanya dialah yang bisa bekerja sedangkan yang lain selalu salah.

Coba yang ini:  Anggaplah ia seperti orangtua yang protective—yang selalu khawatir terhadap apapun yang kita lakukan dan selalu merasa senang jika ia tahu semua apa yang sedang terjadi. Coba buat laporan harian, laporan mingguan, dan buat dirinya sangat up-date terhadap segala informasi yang ada di bidang kerja kita. Jika ada perkembangan krusial, cepat laporkan padanya. Jadikan dia bos yang well informed.

Namun jika kita mengharapkan ia membiarkan kita bekerja secara independen, mulailah dengan sesuatu yang sederhana. Misalnya coba diskusikan dengannya bahwa jika ia memberikan sedikit ruang atau mengurangi monitoring-nya yang ketat ia akan menghemat waktu, memperoleh produktivitas kerja kita yang lebih baik, dan memperkuat kemampuan kita. Namun harus diingat, jangan terlalu berharap ia membiarkan kita menangani presentasi atau pembuatan proposal, karena itu sama saja dengan kita meminta kunci mobilnya dan membiarkan kita mengendarainya.

2. Jika Bos Kita Jarang di Kantor
Bos tipe ini amat sibuk di luar kantor. Kalaupun ada di kantor ia akan sibuk dengan teleponnya nyaris sepanjang hari. Ia membiarkan kita begitu saja, sampai kita bingung harus berbuat apa.

Cara mengatasinya: Dalam kasus ini, ada dua kemungkinan. Ia terlalu banyak pekerjaan di luar kantor dan belum punya waktu dengan kita. Atau ia orang yang tak bisa mengandalkan orang lain untuk membantunya.  Sehingga walaupun tugas kita adalah membantu menyelesaikan tugas-tugsanya, peran kita tak dimanfaatkannya. Usahakan menyapanya jika bertemu dan melakukan obrolan pendek.

Coba yang ini:  Minta diadakan meeting mingguan rutin. Tak apa-apa kalaupun ia hanya menyediakan waktu barang lima menit sekalipun. Tegaskan padanya bahwa pertemuan itu perlu dan minta agar ia menuliskannya di agenda. Jangan biarkan ia melupakan jadwal ini. Sehingga kita tidak akan merasa diabaikan kendatipun sepanjang minggu ia tak muncul di kantor karena kita sudah pasti mendapatkan jadwal pertemuan dengannya meskipun hanya beberapa menit. Mungkin hanya sekadar untuk bertanya, menandatangani sesuatu atau hal lain. 

Jika jadwal sudah didapat, lakukan pertemuan dengan efektif. Persiapkan apa yang akan dibicarakan dengan singkat, to-the-point, dan padat. Jika kita tak siap atau hanya buang-buang waktu, kita akan sulit mendapatkan jadwal meeting berikutnya.

3. Jika Bos Kita “Workaholic”
Bos ini bisa saja menjadwalkan rapat pada malam minggu, padahal saat itu kita sedang membutuhkan waktu untuk urusan pribadi. Ia juga bisa tiba-tiba meminta datang pada hari Senin pagi, tepat jam tujuh. Atau di lain waktu, saat hari libur, tiba-tiba menelepon untuk mendiskusikan proyek bisnis perusahaan. Baginya setiap saat adalah waktu untuk bekerja dan ia meminta kita mengikuti polanya.

Cara mengatasinya: Selidiki hal ini: apakah kantor tempat kita bekerja merupakan perusahaan yang waktu kerjanya tak terbatas (termasuk hari libur atau di luar jam kerja). Jika itu yang terjadi, kita harus menerimanya karena itulah budaya perusahaan. Namun jika hanya kita dan atasan kita, sebaiknya cari waktu untuk negosiasi.

Coba yang ini: Sejumlah studi yang dilakukan terhadap dunia kerja dan manajemen stres menunjukkan bahwa bekerja tanpa mengenal waktu menyebabkan produktivitas berkurang, tingginya tingkat ketidakhadiran, meningkatnya jumlah karyawan sakit, sejumlah pekerjaan tak berhasil diselesaikan, dan sebagainya. Solusinya sederhana: pikiran (otak) kita, badan, dan spirit kerja membutuhkan istirahat dari waktu ke waktu. Karena itu kita butuh istirahat. Jangan merasa bersalah jika kita melakukannya.

Namun saat mengatakan “tidak” pada bos kita ketika ia meminta bertemu pada waktu istirahat, tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan biarkan kita mendapat kesan sebagai orang yang pemalas.

Demikian, semoga bermanfaat.

Sumber:andriewongsodotcom


  Username
  Email
Komentar  


Pengumuman  

  2019-11-11

Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-07

Formasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-05

Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-03-22

Pengumunan Hasil Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka Tahun 2019

Menu Lainnya 

Hubungi Kami  

  BKPSDM ( Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia )
Jalan Jendral Ahmad Yani No.1 - Majalengka ( 45418 )
Telp./Fax. (0233)281366
Email bkdmajalengkakab@gmail.com
Share :