Tak Cukup Hanya Visi Misi
 07/10/2015   admin       bkd    majalengka

Pada tahun 1923 terjadi sebuah gempa dahsyat sebesar 8.3 SR yang meluluhlantakkan kota Tokyo. Semua bangunan roboh dan nyaris rata dengan tanah. Namun, di antara reruntuhan itu ada satu gedung yang tetap berdiri. Bangunan yang kemudian menjadi sangat terkenal itu bernama Imperial Palace Hotel. Banyak yang penasaran, apa yang menyebabkan bangunan tersebut tetap berdiri. Setelah diteliti ternyata bangunan itu fondasinya sangat kuat.

Jika gedung memiliki fondasi kokoh maka menjadi tahan gempa, bagaimana dengan perusahaan, organisasi, atau negara? Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi hebat di dunia, ternyata fondasinya juga sangat kuat. Tantangan dan persaingan di masa datang semakin ketat dan sulit ditebak. Jika sebuah lembaga ingin hebat dan tahan guncangan juga harus mempunyai fondasi kuat supaya tidak terombang-ambing dan roboh.

Fondasi organisasi merupakan sesuatu yang menentukan kesuksesan jangka panjang. Semua orang yang membuat lembaga ingin berlangsung lama, bahkan kalau bisa hingga ratusan tahun. Fondasi sebuah organisasi atau lembaga ada dua unsur yaitu manusia dan budayanya (people and culture).

Bagaimana membangun budaya organisasi? Banyak orang beranggapan bahwa hal itu ditentukan visi dan misinya. Sesungguhnya tak cukup hanya merumuskan visi dan misi, karena harus ada eksekusi. Berbicara mengenai eksekusi adalah berbicara mengenai karakter manusia karena manusia lah yang menjalankannya. Karakter manusia dibangun berdasarkan nilai-nilai yang menjadi fondasi yang melandasinya.

Arie De Geuss dalam risetnya The Living Company, membuat sebuah kesimpulan bahwa perusahaan yang mampu bertahan hingga seratus tahun adalah mereka yang memiliki budaya sebagai fondasi kuat. Perusahaan hebat seperti Shell dan General Electric (GE), umur mereka mencapai lebih dari seratus tahun. Begitu juga hasil riset terbaru Jim Collins dalam buku Good to Great yang fenomenal, tentang beberapa gelintir perusahaan hebat dari Fortune 500 bahwa korporasi yang hebat adalah mereka yang mampu terus mempertahankan core value dan core purpose di tengah berbagai perubahan strategi, struktur, maupun manajemen.

Artinya mereka mampu mempertahankan misi inti dan nilai inti sebagai budaya, itulah fondasi korporasi atau dengan kata lain "culture". Menurut Jim Collins strategi bisa berubah-ubah namun core values dan core mission tetap tidak berubah.

Jika visi berbicara mengenai tujuan yang akan dicapai sebuah organisasi, misi adalah apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan nilai adalah pedoman perilaku dalam menjalankan misi untuk mewujudkan visi. Visi, misi, dan nilai apabila diaplikasikan oleh setiap karyawan maka akan melahirkan makna bekerja. Karyawan akan merasakan pekerjaan sebagai hal yang luhur dan bernilai sehingga membuat mereka memiliki motivasi yang tinggi untuk bekerja.

Banyak organisasi yang telah merumuskan visi dan misi, namun gagal dalam menanamkan nilai karena visi dan misi hanya ada pada tataran konsep tanpa implementasi. Visi dan misi hanya menjadi pajangan dan tidak keluar menjadi perilaku (behaviour). Oleh karenanya nilai itulah yang menjadi fondasi. Kita bisa melihat bagaimana produk-produk perusahaan Jepang bisa ekspansi ke seluruh dunia dan berumur ratusan tahun.

Hal ini disebabkan karena 7 nilai Bushido, yaitu:

  1. Gi (Integritas)
  2. Yu (Keberanian)
  3. Jin (Kemurahan hati),
  4. Rei (Menghormati)
  5. Makoto atau Shin (Kejujuran dan Tulus-Ikhlas)
  6. Meiyo (Kehormatan/Menjaga Kehormatan Diri
  7. Chugo (Loyal/Setia).

Dengan fondasi nilai Bushido maka apapun jenis organisasi atau perusahaannya, apapun sistem yang dipakai, maka lembaga tersebut akan kokoh, ibarat rumah yang kuat fondasinya. Seperti badan ada jiwanya, seperti itulah organisasi yang memiliki nilai yang kuat. Kode etik mengenai hal yang harus dimiliki apa yang boleh dan tidak boleh harus jelas dan dilaksanakan dalam menjalankan sebuah perusahaan, organisasi, ataupun negara.

Hal inilah yang luput ditanyakan dan dinilai dari debat pasangan Capres. Tidak cukup hanya membahas atau merumuskan visi dan misi namun perlu nilai sebagai fondasinya. Membangun negara tanpa nilai, sama saja dengan membangun rumah namun tanpa fondasi.


  Username
  Email
Komentar  


Pengumuman  

  2019-11-11

Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-07

Formasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-05

Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-03-22

Pengumunan Hasil Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka Tahun 2019

Menu Lainnya 

Hubungi Kami  

  BKPSDM ( Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia )
Jalan Jendral Ahmad Yani No.1 - Majalengka ( 45418 )
Telp./Fax. (0233)281366
Email bkdmajalengkakab@gmail.com
Share :