Setelah Maaf...
 28/05/2015   admin       maaf

Inilah definisi maaf menurut saya: “Pengampunan, adalah hal tersulit yang pernah diberikan dan diterima oleh manusia. Dan karena pada hakekatnya manusia sulit memberi dan menerima maaf, mereka membutuhkan kekuatan spiritual untuk mampu mendefinisikan maaf atas dirinya sendiri, kemudian kepada orang lain.” Maaf dapat dengan mudah dikatakan, tetapi yang tersulit untuk dibuktikan kebenarannya.

Ya, dan inilah keadaan sesungguhnya yang tidak bisa kita pungkiri. Betapa pun seringnya kita meminta maaf, dan betapa pun indahnya kalimat-kalimat penyesalan yang kita lontarkan, atau betapa pun menyentuhnya postur kita saat memohon sebuah pengampunan, jujur saja, sedikit sekali, kita tulus menyampaikannya. Selebihnya, kita melontarkan maaf karena kebiasaan, karena tradisi, karena ritual, karena terpaksa demi penyelesaian konflik seketika, karena anjuran, karena mengikuti ketentuan pihak lain, atau karena terpaksa tidak ada pilihan lain. Namun, jauh di dalam lubuk hati kita, badai kemarahan itu tidak pernah hilang, kegundahan itu tetap menghantui, rasa tidak adil itu masih menggayut hati, rasa tidak puas itu masih menyisakan luka, kepahitan itu menimbulkan kegetiran dan tak jarang rasa tersakiti itu menimbun dendam.

Penyelesaian yang tak tuntas itu dapat sangat mempengaruhi kesehatan spiritual, rohani, dan bahkan jasmani. Anda tengah “mengelabui maaf.” Ya! Ketika sebuah permintaan maaf tidak Anda sampaikan dan terima dengan tulus, Anda tengah mengelabui esensi maaf itu sendiri, dan korban pertamanya bukan orang lain, tetapi Anda sendiri. Bertahun-tahun Anda didera kegelisahan, atas ketidakpuasan yang terjadi, menimbunnya di batin dan pikiran-pikiran Anda sendiri. Lambat laun, Anda mengembangkannya dengan kebencian yang tidak perlu, dan akhirnya menuai badai yang lebih dahsyat merusakkan dari sebelumnya; terlebih atas diri Anda.

Maaf lebih dari sekadar permohonan. Maaf lebih dari sekadar penyesalan. Maaf juga lebih dari sekadar tindakan mengalah. Ketika Anda siap menyatakan maaf, mengajukan permohonan atas pengampunan kepada orang lain, persiapkan juga beberapa hal penting setelah mengucapkan maaf:
 

Your words mean everything.
Awasi kata-kata Anda, itu adalah jendela hati Anda.
Panjang atau pendek kalimat permohonan Anda, saat Anda mengucapkan pengampunan atau saat Anda menerima permohonan maaf dari orang lain, yakinkan diri Anda pada ketulusan kata-kata Anda sendiri. Jangan berkata “Aku mengampunimu” atau “Aku menerima permohonan maafmu” jika Anda tidak benar-benar menginginkannya. Jangan bohongi diri sendiri atau orang lain tentang pengampunan.
 

Be Humble
Kerendahan hati Anda sedang diuji, saat Anda meminta maaf pada orang lain, atau ketika Anda diberi kesempatan mengampuni kesalahan orang lain atas Anda. Percayalah, Anda tidak sedang kalah, Anda sedang mengalah untuk sebuah pencapaian lebih tinggi dari kehidupan spiritualitas. Anda sedang mencerdaskan emosi Anda.
 

Forgive and Forget
Memaafkan berarti bersedia melupakan kesalahan. Tidak pernah ada perselisihan yang terjadi karena salah satu pihak saja yang bersalah. Ingat, semua pihak bertanggungjawab dalam menciptakan konflik itu. Akui kesalahan, bermaafan, kemudian lupakan kekeliruan itu. Ingat! Keras kepala dan hati batu tidak akan membawa Anda ke mana-mana kecuali pada belenggu dendam yang Anda ciptakan sendiri.
 

Trash Out, Treasure In
Ini bagian yang paling saya sukai. Sejak kecil kami mempunyai dua keranjang dalam mensortir isi kamar kami. Ada barang-barang rusak yang benar-benar sampah dan harus dibuang ke dalam trash basket, tetapi ada beberapa barang yang masih dapat dipakai atau diberikan kepada orang lain yang kami sebut treasure basket. Setelah beranjak dewasa, kebiasaan itu tetap saya teruskan dan wariskan pada anak saya. Namun yang menarik, saya mulai menggunakan keranjang-keranjang sortir imajiner dalam pikiran saya untuk menyaring keadaan yang hadir setiap hari dalam hidup saya. Jika bermanfaat dan perlu untuk saya atau dapat saya bagikan pada orang lain, maka ia masuk dalam keranjang treasure. Jika hal-hal buruk yang hanya akan mengotori hati, pikiran, dan perilaku saya, maka harus masuk ke keranjang trash dan dibuang.
 

Tolerate and Make Peace
Tidak ada manusia super, tanpa khilaf. Lebarkan toleransi Anda pada perbedaan, pada perselisihan pendapat, pada kekeliruan dan kekurangan orang lain. Berdamailah di atas perbedaan-perbedaan. Ini adalah rahmat Ilahi. Namun, di atas semua itu, selalu berdamailah dengan diri Anda sendiri. Anda bukan orang gagal. Anda hanya belum berusaha maksimal untuk mewujudkan perubahan dalam hidup Anda.
 

Really, Forget It! And Drive On
Ampuni, benar-benar! Tanpa “jika,” tanpa “tetapi” atau “nanti.” Ampuni sekarang juga, dan selesaikan sampai akarnya. Setelah itu, proklamirkan pada diri Anda sendiri dan orang lain yang bersangkutan dengan Anda, apa yang hendak Anda lakukan untuk mengubah keadaan jadi lebih baik, dan mulailah dengan berkata, “Saya akan mengubah kebiasaan buruk saya yang...” Bukan dengan “Saya akan berubah jika kamu juga melakukan hal yang sama.” Jangan berharap sesuatu terjadi dengan orang lain. Fokus pada diri Anda sendiri. Ini tentang Anda. Tentang pencapaian spiritualitas Anda, tentang esensi maaf, tentang perubahan yang konsisten terjadi di atas komitmen maaf Anda pada diri sendiri dan orang lain.
 

Be prepared, You Have to Change!

“Change yourself, change your fortunes” (Portuguese Proverb)

Berubahlah dalam pembaharuan budimu. Raihlah pencapaian-pencapaian spiritualitas. Maknailah perubahan sebagai jalan penyucian lahir dan batin setiap hari. Mulailah dari hal-hal kecil, dan Anda akan bersemangat dalam hidup dan menerima setiap keadaan sebagai kesempatan memperbaiki kekurangan dan merestorasi hubungan Anda dengan Allah SWT, yang telah menganugerahkan pengampunan-Nya kepada Anda lebih dulu.
Jika Anda benar-benar menyatakan penyesalan Anda dan meminta maaf, yakinkan Anda siap bertindak lebih jauh setelah maaf...


  Username
  Email
Komentar  


Pengumuman  

  2019-11-11

Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-07

Formasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-05

Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-03-22

Pengumunan Hasil Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka Tahun 2019

Menu Lainnya 

Hubungi Kami  

  BKPSDM ( Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia )
Jalan Jendral Ahmad Yani No.1 - Majalengka ( 45418 )
Telp./Fax. (0233)281366
Email bkdmajalengkakab@gmail.com
Share :