Not for Sale!
 02/12/2015   admin       bkd    majalengka    pegawai    pns

Pada kesempatan mengantar anak kursus, tiba-tiba saya dikejutkan oleh pertanyaannya: “Mengapa semua bangunan ini mau dijual? Apa mereka bangkrut?” Rupanya, sedari tadi ia mengamati banyak sekali tanda “Dijual” di sepanjang perjalanan, dan agaknya itu sangat membingungkannya. Setelah beberapa penjelasan, ia pun paham.

 

Tetapi, pertanyaannya benar-benar membekas di benak saya. Memang benar, sekarang ini semua seakan mudah untuk dijual. Bukan lagi sekadar barang, parahnya termasuk harga diri. Ada uang, ada barang. Suka tidak suka, itulah faktanya. Sesuatu harus dilakukan untuk mengubahnya. Jika keadaan yang tidak bermoral telah begitu ”lumrah” diterima dalam praktek hidup setiap hari, bagaimana jadinya nasib karakter penerus negeri ini?

 

Sebagian dari kehidupan, tidak semua dalam keadaan ”untuk dijual,” dan yang termasuk di dalamnya adalah yang memuat nilai-nilai moral kehidupan yang kita percayai, kenalkan, dan tularkan kepada generasi selanjutnya. Nilai-nilai moral ini adalah ”harga mati” yang tidak dapat ditawar, apalagi dijual.

 

Betapa sedihnya, yang sering kita temukan justru kebalikannya. Coba amati, seberapa mudahnya seseorang menginginkan kemudahan dengan mengabaikan prosedur yang ditetapkan. Ia dapat memperolehnya dengan menukar jasa seperlunya dengan sejumlah kompensasi. Entah itu disebut dengan: uang rokok, uang pulsa, pengganti parkir, uang kopi, beaya mediasi, ongkos jalan, uang jajan, uang capek, tips, beaya ngobrol, beaya biar beres, dan entah apa lagi sebutannya. Juga yang tidak memiliki sebutan, tetapi masuk dalam ”budget lobby.” Padahal, prosedur dirancang, diberlakukan dengan tujuan kemudahan penyedia layanan dan penerima layanan, bukan kesempatan menjual kemudahan bagi yang memerlukan.

 

Sederhana saja: ketika ada praktek ”memperjualbelikan” yang tidak sepatutnya, nilai moral telah benar-benar ditiadakan – dan gawatnya, ketiadaan ini dibiasakan!
Keadaan ”semua bisa dijual” ini juga termasuk tanggungjawab pada profesi. Janji tugas, sumpah jabatan, janji pengabdian, komitmen menjalankan tanggungjawab, seakan hilang segera setelah diperkatakan.

 

Mengapa demikian? Sedikit sekali yang benar-benar menyadari dan memahami fungsi profesi sebagai pembentuk kebiasaan moral bermasyarakat, penentu penyelenggaraan ketertiban, dan teladan. Kewajiban mereka melampaui ruang lingkup aktivitas (yakni yang tertera dalam uraian tugas pokok harian). Mereka diharapkan melaksanakan dalam kesadaran penuh, bahwa pelaksanaan tugas itu dijalankan sebagai pemberi teladan menyempurnakan keadaan.

 

Peran Law and Order sebenarnya mengarahkan kehidupan masyarakat agar sesuai dengan tatanan moral yang baik. Pengarahan yang memerlukan teladan-berbasis tindakan.

 

Tidak perlu menunggu hingga seluruh negeri mengubah sikap, baru kita dapat melihat hasilnya. Yang diperlukan hanyalah satu orang, setiap hari, melakukan perubahan sikap pada tanggungjawab, melaksanakan tugas dengan karakter terpuji. Sebab, satu orang yang berubah, memberi dampak bagi dirinya sendiri, hasil kerjanya, kehidupannya, dan orang di sekitarnya. Bayangkan efek riak yang dihasilkan dari satu orang yang melakukan transformasi nilai ini setiap hari.

 

Tanggungjawab sebenarnya tidak sulit dilakukan jika kita mampu melihat makna melebihi apa yang biasanya dipahami. Bertanggungjawab adalah sikap, tindakan yang dihasilkan dari kemampuan merespon keadaan dengan sigap, dan sesuai dengan kriteria nilai yang dianut. Bertanggungjawab adalah perbuatan didasari kesadaran moral.

 

Mereka yang mampu memahami ”daftar tugas”-nya dengan kapasitas pandangan ini, adalah mereka yang bertanggungjawab atas profesinya. Seseorang yang bertanggungjawab, adalah orang yang paling diuntungkan dengan perbuatannya melebihi manfaat yang dia berikan kepada orang lain.

 

Keuntungan? Ya! Benar. Anda adalah orang yang paling diuntungkan saat mengambil sikap hidup bertanggungjawab.

 

Keuntungan Pertama. Ketika Anda melakukan yang orang lain tidak lakukan, Anda akan merasa bahwa Anda berbeda: lebih hebat dan tidak ikut-ikutan seperti orang kebanyakan. Jika orang lain menganggap profesi mereka hanyalah pekerjaan yang mendatangkan gaji, Anda menganggap profesi adalah amanah -- hidup Anda lebih berarti, diridhoi Tuhan dan menghasilkan ketenteraman batin.

 

Keuntungan Kedua. Setiap kita, sadar atau tidak, sebenarnya memromosikan Personal Branding; merk pribadi yang dikenal orang. Ingat, orang lain mengingat Anda bukan saja dari penampilan atau nama besar, tetapi juga dari hal-hal yang Anda kerjakan atau tidak lakukan. Ketahuilah, yang mereka ingat: karakter Anda! Personal Branding ini, membuat hidup Anda dipenuhi peluang-peluang lebih baik. Menyenangkan bukan, dikenal sebagai seorang yang dapat dipercaya ketimbang diragukan?

 

Keuntungan Ketiga. Tujuan terarah. Bertanggungjawab melaksanakan, mengolah dan menerapkan perubahan, lebih baik dari pekerjaan Anda, melatih kemampuan menyelaraskan tujuan-tujuan hidup lebih baik. Anda terlatih tidak malas, bekerja tepat waktu, tepat sasaran, dan tidak mudah mencari jalan pintas. Pekerjaan bukan tekanan, tetapi sarana mengembangkan potensi diri dan keunggulan karakter.

 

Keuntungan Keempat. Pahlawan Moral adalah yang kita semua butuhkan sekarang di negeri ini untuk mengatasi keterpurukan bangsa. Anda bisa menjadi salah satu pencetusnya. Kita bisa menjadi sebuah bangsa dengan karakter terpuji dan dihargai dunia. Bangkit, dan jadilah pahlawan moral, anak-anak sedang mengawasi bagaimana kita bertindak merespon kehidupan.

 

Keuntungan Kelima. Tabungan Dua Dunia. Bertanggungjawab penuh pada profesi Anda; ini persiapan kehidupan untuk kesejahteraan kini dan nanti.

 

Keuntungannya tak berhenti di sini, sama seperti benih yang baik dan menghasilkan panen berlimpah; menumbuhkan karakter terpuji memberikan keuntungan berlipat setiap hari, Anda hanya harus tetap menjaga pertumbuhannya.

Ingatlah, Tanggungjawab Profesi dipercayakan kepada kita. Tidak untuk dijual.


  Username
  Email
Komentar  


Pengumuman  

  2019-11-11

Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-07

Formasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-05

Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-03-22

Pengumunan Hasil Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka Tahun 2019

Menu Lainnya 

Hubungi Kami  

  BKPSDM ( Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia )
Jalan Jendral Ahmad Yani No.1 - Majalengka ( 45418 )
Telp./Fax. (0233)281366
Email bkdmajalengkakab@gmail.com
Share :