Meraih Prestasi dengan Keyakinan
 08/06/2015   admin       pasti bisa    prestasi

esq-news.com - Enam bulan lalu, saya menerima Dennis, seorang mahasiswa jurusan teknologi informasi dari Universiti Teknologi Petronas, untuk praktek kerja lapangan di departemen tempat saya bekerja. Dalam wawancara, dia menyatakan ingin ditempatkan di bagian perencanaan bisnis, padahal belum ada sama sekali pengalamannya di situ. Bidang studinya pun juga tidak terkait langsung dengan urusan itu.

 

Yang menarik dari wawancara itu adalah ke­yakinannya bahwa “keahliannya sebagai de­sainer grafis bisa memberikan banyak perbaikan kinerja di departemen tempat dia ditempatkan.” Tertarik dengan keyakinannya itu, maka saya menempatkannya sebagai penanggungjawab sistem informasi bisnis, dengan kewenangan boleh melakukan perbaikan-perbaikan seperlunya di situs sistem tersebut tanpa mengubah proses bisnis.

 

Ia kemudian memperbaiki tampilan-tampilan situs menjadi lebih menarik, dan tingkat penggunaan situs tersebut meningkat secara signifikan. Tanggal 6 Desember lalu, merupakan hari terakhir dia bekerja, dan untuk memenuhi kewajiban kurikulumnya, diadakan semacam seminar kecil yang dihadiri pula oleh dua orang dosennya dari Kuala Lumpur. Materinya tentang kinerjanya selama ini, dan kontribusi terhadap sistem perencanaan bisnis yang ada. Kesimpulan dari para penilai terhadap kinerjanya: sangat memuaskan. Rupanya, telah banyak hasil karyanya yang menjadi masterpiece di dalam sistem perencanaan bisnis di kantor saya.

Esensi Keyakinan

Terlebih dulu, saya ingin mengilustrasikan tentang “keyakinan”. Ketika seorang anak balita pertama kali ingin berdiri dan berjalan, maka kita bisa menangkap sorot mata keyakinan bahwa dirinya mau dan bisa berdiri untuk berjalan. Jatuh berkali-kali bukan hambatan baginya untuk meraih tujuannya. Sorot mata keyakinan diri dari seorang anak balita dapat dengan mudah kita rasakan karena itulah keyakinan fitrah manusia yang bersih hatinya. Begitu juga ketika seorang buta pasrah kepada Tuhan-nya dan timbul keyakinan bahwa dirinya mampu menapaki jalan di depannya, maka dia bisa melintasinya.

 

Keyakinan adalah sifat fitrah manusia dan selalu ada dalam diri kita. Atas dasar keyakinan itulah kemudian kita melakukan usaha-usaha untuk membuktikan keyakinan tersebut, dan hasil dari usaha keras tersebutlah yang disebut sebagai keberhasilan atau kegagalan. Masalah yang kerap timbul dalam diri kita adalah keengganan untuk menerima kegagalan, karena dianggap sebagai vonis mati yang membunuh keyakinan kita. Padahal keberhasilan dan kegagalan bobotnya sama saja di mata kepasrahan (tawakal) kepada Tuhan.

 

Dalam konsep tawakal, yang ada hanya “keberhasilan” atau “keberhasilan yang tertunda”. Tidak ada kegagalan, karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Di sini kita bisa memahami bahwa keyakinan, usaha, dan tawakal merupakan faktor-faktor dasar penentu keberhasilan, sementara wujud keberhasilan itu sendiri diistilahkan dengan prestasi.

 

Esensi Prestasi

Kita sering menyaksikan pemberian penghargaan bagi mahasiswa berprestasi, karyawan teladan, dan yang sejenisnya. Pada dasarnya, penghargaan itu selalu dikaitkan dengan karya atau kinerja terbaik seseorang. Sebagai bagian dari masyarakat sosial, sebenarnya sangat banyak prestasi-prestasi yang bisa dikemukakan. Kita ambil contoh seorang tukang sayur keliling yang berprestasi mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas ibu-ibu rumah tangga yang tidak perlu pergi ke pasar. Bahkan, pemulung pun bisa digolongkan sebagai masyarakat berprestasi dalam bidang pelestari lingkungan.

 

Dalam skala yang lebih kecil, kebiasaan menepati waktu misalnya, bisa mengantar bangsa ini menjadi bangsa yang dihormati. Menurut saya, prestasi adalah segala yang terbaik yang kita kontribusikan untuk diri kita, lingkungan, masyarakat sekeliling, dan juga untuk keyakinan (agama) kita. Dari pemahaman di atas, kita dengan mudah melihat bahwa prestasi erat kaitannya dengan keyakinan dalam dua konteks: prinsip hidup dan agama. Sebagai orang beragama, berprestasi adalah bagian dari ibadah kita.

 

Belajar dari Dennis

Sebagai mahasiswa desain grafis yang belum punya pengalaman bisnis, Dennis tidak gegabah menyeburkan dirinya dalam portofolio perencanaan bisnis di tempatnya bekerja. Keyakinannya sudah bulat, bahwa sebagai desainer grafis dia mampu memberikan andil memperbaiki kinerja di tempatnya bekerja. Fokusnya hanya satu, yaitu memperindah situs intranet perencanaan bisnis dengan berbekal keahliannya sebagai desainer grafis.

 

Dalam situs itu, Dennis membingkai ornamen estetika dan keindahan desain dengan esensi fungsional perencanaan bisnis secara pas. Hasilnya? Peningkatan jumlah dan waktu penggunaan situs tersebut, karena semua pemakai merasakan bekerja dalam suasana serba indah, mata tidak lelah, menapaki tahapan-tahapan proses bisnis yang harus dilalui oleh para pemakai di komputernya.

 

Agaknya dia telah berhasil memunculkan fitrah diri kita yang cinta keindahan. Menghasilkan tampilan yang indah dan fungsional bukan hal yang mudah. Karena puluhan revisi telah dilakukannya, namun dia telah memahami bahwa revisi-revisi itu bukanlah kegagalan desainnya, tetapi merupakan proses menuju yang terbaik. Inilah esensi tawakal.

 

Lalu bagaimana dengan prestasinya? Hampir semua pemakai sistem tersebut mengacungkan jempol dan menyatakan bahwa itulah karya terbaiknya dalam enam bulan kerja prakteknya. Dosennya pun sangat bangga karena anak didiknya telah memberikan karya terbaiknya. Itulah puncak prestasinya sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.

Dari cerita di atas saya menyimpulkan beberapa butir penting tentang kekuatan keyakinan sebagai generator prestasi, yaitu:


  Username
  Email
Komentar  


Pengumuman  

  2019-11-11

Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-07

Formasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-05

Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-03-22

Pengumunan Hasil Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka Tahun 2019

Menu Lainnya 

Hubungi Kami  

  BKPSDM ( Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia )
Jalan Jendral Ahmad Yani No.1 - Majalengka ( 45418 )
Telp./Fax. (0233)281366
Email bkdmajalengkakab@gmail.com
Share :