Adab-Adab Berbuka Puasa
 18/06/2016   admin       adab    puasa

Salah satu kebahagiaan yang diraih orang yang berpuasa adalah saat berbuka. Karena itu, agar kebahagiaan saat berbuka menjadi lebih bermakna perlu diperhatikan adab-adab saat berbuka. 

Pertama, Menyegerakan Berbuka

Menyegerakan berbuka disunahkan oleh Rasulullah, ketika matahari telah terbenam. Dari Sahl bin Sa’ad ra, Rasulullah Saw bersabda: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka.” (HR Bukhari)

Juga dari Sahl bin Sa’ad ra, Rasulullah Saw bersabda: “Umatku akan senantiasa dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa).” (HR Abu Dawud)

Bahkan, menyegerakan berbuka ini merupakan pembeda antara seorang Mukmin dengan orang Yahudi maupun Nasrani. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: “Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya.” (HR Abu Dawud)

Kedua, Berbuka Sebelum Salat Maghrib

Rasulullah Saw berbuka sebelum salat Maghrib karena menyegerakan berbuka termasuk akhlaknya para nabi. Dari Abu Darda’ ra: “Tiga perkara yang merupakan akhlak para nabi: menyegerakan berbuka, mengakhirkan sahur dan meletakkan tangan di atas tangan kiri dalam salat.” (HR At Thabrani)

Ketiga, Berbuka dengan Korma dan Air

Karena memberikan ke tubuh yang kosong sesuatu yang manis, lebih membangkitkan selera dan bermanfaat bagi badan, terutama badan yang sehat, dia akan menjadi kuat dengannya (korma). Adapun air, karena badan ketika dibawa puasa menjadi kering, jika didinginkan dengan air akan sempurna manfaatnya dengan makanan.

Dari Anas bin Malik ra: “Adalah Rasulullah Saw berbuka dengan korma basah (ruthab), jika tidak ada ruthab maka berbuka dengan korma kering (tamr), jika tidak ada tamr maka minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad)

Keempat, Berdoa Ketika Berbuka

Doa orang yang berpuasa adalah ijabah. Karena itu dianjurkan supaya mereka selalu berdoa kepada Allah Swt. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda:

“Tiga doa yang dikabulkan: doanya orang yang berpuasa, doanya orang yang terdhalimi dan doanya musafir.” 

Sedangkan doa yang tidak tertolak ini adalah ketika waktu orang puasa berbuka berdasarkan hadits dari Abu Hurairah ra bahwasanya Nabi Saw bersabda:

“Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: orang yang puasa ketika berbuka, Imam yang adil dan doanya orang yang didhalimi.” 

Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memeliki doa yang tidak akan ditolak.” 

Doa yang paling afdhal adalah doa ma’tsur dari Rasulullah Saw, bahwa beliau jika berbuka mengucapkan: Dzahaba ad-dhâma’u wabtalati al-‘urûqu watsabbati al-ajru insyaAllah “Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala InsyaAllah.” (HR Abu Dawud)

Jika kita berbuka dirumah orang lain, hendaklah kita mengucapkan doa berikut: Afthara ‘indakumush shâ’imûn, wa akala thâ’âmakul abrâr, wa shâllat ‘alaikumul malâ’ikah “Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu dan orang-orang yang baik makan makananmu, serta malaikat mendoakannya, agar kamu mendapat rahmat.” 

Kelima, Memberi Makan Orang yang Puasa


Orang yang memberikan makan kepada orang yang puasa mendapatkan pahala yang besar dan kebaikan yang  banyak.

Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang memberi buka orang yang puasa akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

“Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan) memberi ifthar kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi sebab ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dirinya dari api Neraka.” 

Dalam hadist Salman al-Farisi berbunyi: “Barangsiapa menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya perkara ini akan menjadi penghapus dosa-dosanya dan menjadi pembebas dirinya dari api Neraka. Dan ia akan mendapat
pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak semua orang mampu menyediakan buka orang yang berpuasa.” Rasulullah Saw menjawab, “Pahala ini Allah berikan bagi siapa saja yang menyediakan makanan bagi orang yang berbuka puasa meskipun berupa susu bercampur air, kurma atau seteguk air. Barangsiapa memberikan seteguk air bagi orang yang berbuka, niscaya Allah akan memberinya minum seteguk air dari telagaku, ia tidak akan dahaga selamanya hingga masuk ke dalam surga.”

Orang yang puasa harus memenuhi undangan (makan) saudaranya, dan orang yang diundang disunnahkan mendoakan pengundangnya setelah selesai makan dengan doa-doa dari Nabi Saw.

Dari Anas ra, dia berkata, “Rasulullah Saw apabila berbuka puasa di tempat suatu kaum, Beliau mendoakan mereka lalu bersabda: "Orang-orang yang berpuasa berbuka puasa di tempat kalian, orang-orang yang baik memakan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian.” 

 

Sumber:suara-islamdotcom

 


  Username
  Email
Komentar  


Pengumuman  

  2019-11-11

Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-07

Formasi Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-11-05

Penerimaan CPNS Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka

  2019-03-22

Pengumunan Hasil Seleksi Terbuka Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Majalengka Tahun 2019

Menu Lainnya 

Hubungi Kami  

  BKPSDM ( Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia )
Jalan Jendral Ahmad Yani No.1 - Majalengka ( 45418 )
Telp./Fax. (0233)281366
Email bkdmajalengkakab@gmail.com
Share :